BERDAGANG DALAM ISLAM

BERDAGANG DALAM ISLAM
Assalamualaikum wr.wb.

Perkenalkan nama saya Restina Safitri program studi pendidikan agama Islam di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai.Disini saya akan menjelaskan tentang berdagang dalam Islam.

Berdagang sejak dahulu sampai sekarang sudah dilakukan oleh orang banyak untuk memenuhi kebutuhan dan mencari rezeki. Berdagang juga merupakan pekerjaan mulia, untuk itu ada beberapa tips berikut dari Rasulullah yang bisa diterapkan agar berdagang menjadi berkah:
1. Niatkan karena Allah SWT
2. Bersikap jujur
3. Jual barang yang halal dan berkualitas baik
4. Ambil keuntungan sewajarnya
5. Saling menguntungkan kedua belah pihak
6. Bersikap ramah kepada pembeli

Etika lainnya bagi konsumen adalah mengetahui harga pasar dan objek yang akan dia beli. Rasulullah melarang orang kampung membeli barang dari orang kota. Karena bisa jadi orang kampung tersebut tidak paham harga pasar. Sehingga sangat besar kemungkinan ia tertipu. Untuk itu penentuan harga juga tidak boleh menyalahi harga pasar yang berlaku.

Berdagang adalah salah satu kegiatan yang cukup sering dibahas di dalam Alquran. Allah SWT menghalalkan dagang dan mengharamkan riba. “…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..”(QS Al Baqarah:275).

Syaikh Wahbah al-Zuhaili mengatakan baiknya seorang pebisnis tidak mengambil untung lebih dari sepertiga modalnya. Pendapat lain seperti Ibnu ‘Arabi mengatakan bahwa pengambilan keuntungan harus melihat etika pasar. Tidak boleh mengambil untung terlalu besar. Karena jual beli adalah bagian dari akad mu’awadhah, yakni akad tukar menukar. Artinya ketika mengambil keuntungan yang terlalu besar maka hal tersebut sudah jatuh pada perbuatan mengambil harta orang lain dengan cara batil, bukan kategori tukar menukar
Etika lainnya bagi konsumen adalah mengetahui harga pasar dan objek yang akan dia beli. Rasulullah melarang orang kampung membeli barang dari orang kota. Karena bisa jadi orang kampung tersebut tidak paham harga pasar. Sehingga sangat besar kemungkinan ia tertipu. Untuk itu penentuan harga juga tidak boleh menyalahi harga pasar yang berlaku.

Sebagai penutup, Islam tidak memberikan batasan tertentu dalam mengambil untung. Islam hanya memberikan etika bisnis bagi pelaku usaha dan konsumen. Bagi pelaku usaha tidak boleh melakukan kecurangan-kecurangan, sedangkan bagi konsumen harus memahami produk dan harga yang dibutuhkan. Jadilah pebisnis yang jujur dan konsumen yang cerdas.

Wassalamu'alaikum wr.wb.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTITUT AGAMA ISLAM TAFAQQUH FIDDIN DUMAI

SOAL UTS NO 3